game tembak ikan

Tradisi Aci Keburan Di Bali

Tradisi Aci Keburan Di Bali

Tradisi Aci Keburan Di Bali – Bali, daerah yang sangat terkenal akan keindahan alamnya, pariwisata berbagai aspek, serta budaya nya yang sangat menarik bagi orang-orang tak hanya dari Indonesia namun Dunia.
Diantara kekayaan budaya dari pulau dewata ini, kalil ini kita akan membahas tentang satu tradisi bernama Aci Keburan.

Aci Keburan merupakan tradisi mengadu ayam yang tujuannya adalah persembahan kepada dewa Agni. Namun disebutkan bahwa aci keburan berbeda dengan sabung ayam biasa.

 Arti dari Aci Keburan adalah “Aci merupakan sebuah upakara, sedangakan Keburan merupakan hewan yang bersayap. Karena ayam merupakaan binatang yang memiliki sayap, dan biasanya juga digunakan untuk bertarung dengan lawannya. Maka dipakailah ayam pada tradisi tersebut,”

Aci Keburan bukanlah sabung ayam (tajen) pada umumnya.  Tetapi sebagai suatu simbolisasi, karena wewalungan (hewan peliharaan) krama sudah berkembang biak dengan subur.
Selain itu, apabila ada kabrebeh (musibah) terkait wewalungan, bisa memohon doa dan tirta di Pura Hyang Api agar nantinya bisa tumbuh dengan baik. “Kalau tajen itu mencari keuntungan. Namun, di tradisi Aci Keburan toh (taruhan), menang dan kalah tidak berlaku di sini,” ungkap seorang Bendesa Pakraman Kelusa, Nyoman Suarta.

Sabung Ayam Online – Pria yang baru tiga tahun menjabat Bendesa tersebut menerangkan, sejarah dari pelaksanaan tradisi Aci Keburan berawal dari adanya penggembala berbagai hewan peliharaan yang beristirahat di sekitar lokasi hutan, di mana pura kini berada. Para penggembala merasa senang berada di kawasan itu. Supaya tidak bosan, maka penggembala dengan kerabatnya mengambil dua buah daun jarak yang juga diisi duri salak. Mainan itulah yang diadu selama beristirahat. Suarta mengatakan, daun jarak dianggap sebagai hewan, sedangkan duri salak sebagai taji atau senjata. Berawal dari kisah tersebut, akhirnya dipilihlah ayam yang digunakan sebagai pelaksanaan Aci Keburan.

Makna dari upacara Aci Keburan sebagai persembahan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa sebagai Ista Dewata Dewa Brahma (Sanghyang Agni) yang bersthana di Pura Hyang Api untuk memohon kewarasan, kelanusan wewalungan (keselamatan hewan ternak) dan keselamatan para umat.

Tradisi Aci Keburan  dilaksanakan setiap enam bulan sekali yang dimulai sekitar tahun 1338 Masehi. “Ini tidak disebut juga sebagai sebuah judi, karena Aci itu ada rentetannnya dengan pelaksanaan yadnya di Pura Hyang Api”.

Pangempon pura tidak mesti hanya dari Desa Pakraman Kelusa saja, akan tetapi panyungsungnya dari berbagai daerah di Bali. Sedangkan pelaksanaan upakara, digilir  setiap enam bulan sekali. Pembagiannya adalah satu banjar setiap enam bulannya, yang terdiri atas empat banjar, yaitu Banjar Roban, Banjar Ayah, Banjar Triwangsa, dan Banjar Peliatan.

Nyoman Suarta mengatakan “Yang melaksanakan tradisi Aci Keburan kebanyakan mereka yang berasal dari luar desa untuk naur sesangi (membayar utang), Sebab desa setempat, lanjutnya, hanya menyediakan tempat saja. Sedangkan yang melaksanakannya dari berbagai daerah, sesuai dengan uran (keluar) ayam yang dihaturkan saat sesangi ketika mereka ucapkan sebelumnya.

“Di sini tidak ada istilah menang, kalah, dan toh. Semua ayam yang digunakan untuk Aci Keburan adalah ayam yang dihaturkan dari krama untuk naur sesangi. Jika kalah mereka akan senang, karena ayamnya memang dihaturkan. Namun ketika menang, akan merasa sedih. karena mereka nunas (ambil) kembali ayam yang mereka persembahkan. Di samping itu, toh berupa uang itu juga disebut dengan sesari,” ungkapnya.

aci keburan bali

Para Pamedek Sedang Melihat Salah-satu Tarung Ayam Yang Meramaikan Acara Aci Keburan

Pura Hyang Api adalah salah satu pura kuna di Bali, diperkirakan sudah ada sejak abad ke-8 Masehi, pada era Maharsi Markandeya mengembangkan konsep ajaran Agama Siwa (Tripaksashakti) di Bali.
Berdasar Lontar Bhwanatattwa Maharsi Markandeya, Pura Hyang Api  yang berada di kawasan Munduk Gunung Lebah merupakan jalur perjalanan suci dharmayatra dan tirtayatra Maharsi Markandeya dengan pangiring Wong Aga.

Di Pura Hyang Api juga diyakini sebagai sthana Dewa Api (Dewa Agni) atau Dewa Brahma dalam konsep Tattwa Nawadewata. Di mana pada kawasan Munduk Gunung Lebah, tepatnya di Desa Kelusa ini masih ada dua pelebahan pura lagi yang memiliki kaitan dengan Pura Hyang Api, yaitu Pura Luhuring Akasa sebagai sthana Dewa Siwa dan Pura Gunung Gempal yang berlokasi di Desa Adat Yeh Tengah sebagai sthana Dewa Wisnu.

Tradisi ini diwariskan sejak dulu sampai sekarang, berupa persembahan Aci Keburan kehadapan Dewa Agni, dilaksankan  umat yang datang dari seluruh daerah di Bali. Di samping membawa persembahan berupa banten, pamedek  juga membawa ayam jantan untuk diadu dengan ayam jantan yang dibawa oleh para pamedek lainnya, sehingga terjadi keburan atau keberan (adu ayam) yang menurut kebanyakan umat menyebut Tajen Duwe. Disebut Tajen Duwe, karena mengandung unsur kepercayaan magis dan sugesti.

Para pamedek yang akan mempersembahkan Aci Keburan biasanya sudah tiba di jaba Pura Hyang Api sejak dini hari sekitar pukul 04.00 Wita, hingga matahari mulai terbit (galang tanah) ayamnya sudah siap diadu.

Dalam 35 hari tersebut pada hari pertama pelaksanaannya berturut-turut 6 kali, selanjutnya hanya setiap hari Kliwon. Jadi hanya 11 kali dalam satu bulan pawukon.

Lokasi pasangan ayam jantan bertarung tidak disediakan tempat khusus atau area (kalangan tajen), namun para pamedek bebas melepas ayamnya yang sudah siap berlaga di sekitar Jaba Pura Hyang Api. Bahkan di sekitar pura dapat berlangsung ratusan pasang ayam yang bertarung bersamaan.

Dalam Aci Keburan ini tidak semata-mata menggunakan taruhan, tetapi hanya sekadar sesuai kesepakatan para pamedek, bahkan ada yang tidak menggunakan taruhan sama sekali.

Judi Ayam Online – Ayam jantan yang dipakai Aci Keburan, juga  tidak selalu ayam jago, tetapi banyak yang menggunakan ayam jantan lancuran.
Setelah para pamedek yang membawa ayam mendapat pasangan atau lawan bertarung (asal ayamnya sudah galak tidak mengenal besar kecilnya), ayamnya segera diadu. Persoalan kalah atau menang  tidak menjadi masalah, yang penting sudah mempersembahkan keburan atau uran.

Hari pertama Aci Keburan dilaksanakan Sabtu, saat perayaan Kuningan, kemudian digelar  berturut-turut selama lima hari ke depan. Acara digelar mulai  pukul 04.00 sampai pukul 11.00. Setiap kliwon, juga dilaksanakan sampai tumpek klurut tiba.

“Rentetan yang dilaksanakan memang sedemikian rupa secara turun temurun, dan dipercayai sebagai sasih  (bulan) agar wewalungan krama menjadi lebih baik hidupnya,” urainya.

Salah satu pemangku pura, Ida Bagus Suragatana menambahkan, tujuan dari Aci Keburan juga sebagai ungkapan rasa syukur pamedek, karena berkat sasuhunan yang malingga-malinggih di Pura Hyang Api, semua binatang peliharaan selamat semua. Sehingga bisa digunakan sebagai pelengkap upacara yadnya yang dilaksanakan.

Setiap pelaksanaan pujawali, lanjutnya,  pamedek akan diberikan dua jenis tirta yang berbeda. Satu tirta digunakan untuk pamedek sendiri, yang ada di lingkungan keluarga. Dan, satunya lagi digunakan untuk semua binatang peliharaan, yang ada di areal rumah masing-masing pamedek.

“Cara penggunaan tirta juga tidak jauh beda dengan nunas tirta pada umumnya. Dicipratkan tiga kali, kemudian diminum tiga kali. Sedangkan pada hewan peliharaan juga sama, dengan cara mencipratkan kepada hewan tersebut, dan sisa tirtanya ditaruh pada tempat makannya,” terang pria 62 tahun tersebut.

Ditambahkan Suarta, ada beberapa pantangan yang harus ditaati, di mana saat pelaksanaan Aci Keburan tidak boleh dilakukan oleh orang yang cuntaka (kotor secara niskala atau sebel). Jika pun dipaksa untuk masuk ke areal pura, lanjutnya, meskipun hanya di jaba tengah pura akan mengalami sesuatu hal yang buruk menimpanya.

“Jika mereka yang cuntaka masih saja ikut, maka dalam Aci tersebut kemungkinan akan terkena sebuah taji dari ayam yang beradu.. Itu akan kelihatan mana yang memang ada kecuntaka dan mana yang memang tulus,” paparnya.

Tradisi Aci Keburan Bali

Salah Satu Ayam Yang Akan ikut Bertarung Di Aci Keburan

Meskipun ayam yang sedang bertarung dengan taji di kakinya, dekat dengan yang hadir, lanjutnya, jika memang tersebut tidak ada kecuntaka tidak akan terjadi apa-apa. “ Jika ada cuntaka dan tetap datang , maka seolah-olah dicari oleh ayam yang sedang bertarung, bahkan sampai mengakibatkan luka.

Namun, sebagai antisipasi hal yang tidak diinginkan,  juga disediakan oleh Puskesmas Payangan seperti obat-obatan, perban dan satu unit mobil ambulan yang selalu  berjaga selama tradisi Aci Keburan berlangsung. “Bila ada yang terkena  taji bisa cepat ditangani,” imbuh Suarta.

Di Pura Hyang Api selama enam bulan ada empat kali prosesi upacara, yakni saa tumpek uduh untuk mohon kesuburan tumbuh-tumbuhan yang ada. Kedua, pada p tumpek landep, karena adanya sebuah pratima yang malinggih di sana yang runcing. Baik diupacarai secara sekala dan niskala, dengan tujuan agar ‘keruncingan’ pemikiran masyarakat digunakan dengan hal yang positif.

Sedangkan upacara ketiga ada pada tumpek uye, yaitu mohon keselamatan supaya wewalungan atau binatang yang ada tidak terkena grubug. Sedangkan yang ke empat pada perayaan Kuningan, sekaligus merupakan petoyan di Pura Hyang Api.
“Biasanya pamedek membludak datang pada Kuningan dan Umanisnya. Sebab saat itu merupakan hari petoyan. Selain pamedek yang bersembahyang, beberapa juga melaksanakan Aci Keburan,”terang ayah satu anak tersebut.

Demikianlah artikel admin Agen Sabung tentang Tradisi Aci Keburan Di Bali, semoga dapat memberi manfaat bag para pembaca dan juga wawasan pengetahuan.
Bila ada yang ingin memberi pendapat dan masukan silakan isi di komentar ya, terimakasih.

Segera Daftarkan Diri Anda Sekarang Juga di www.Lokasijudi.com Agen Judi Online Terpercaya No 1 Se Indonesia ..

AGEN JUDI ONLINE, BANDAR JUDI ONLINE, SITUS JUDI ONLINE, JUDI ONLINE, JUDI ONLINE INDONESIA

WWW.LOKASISABUNG.COM

Kami Menyediakan Berbagai Promo Menarik Untuk Member Setia Kami Yaitu:

=>BONUS NEW MEMBER 15%
=>BONUS CASHBACK 10%
=>BONUS WEEKEND 5%

Kami Juga Menyediakan Beberapa Game Online Untuk Para Pencinta Judi Indonesia :

POKER *SABUNG AYAM * TANGKASNET * 88TANGKAS * SBOBET * IBCBET * KLIK4D * JOKER (tembak ikan dan slot)* S128 * SM588

Silahkan Hubungi Kami Melalui:

LIVECHAT : www.lokasijudi.com
BBM : 5592A17D
WHATSAPP : +85593839115

SELAMAT MENCOBA, SEMOGA SUKSES

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG, SALAM ALL IN



Related Articles

Antonio Conte Akui Chelsea Hilang Peluang Raih Juara Musim Ini

Antonio Conte Akui Chelsea Hilang Peluang Raih Juara Musim Ini – Conte mengatakan bahwa Chelsea sudah tidak memiliki kans untuk dapat

Pep Guardiola Harus Jadi Juara Atau Dipecat

Pep Guardiola Harus Jadi Juara Atau Dipecat. Kegagalan Pep Guardiola membawa The Citizens menjadi juara dalam debut nya di musim lalu

Valverde Enggan Tanggapi Label Pemain Terbaik CR7

Valverde Enggan Tanggapi Label Pemain Terbaik CR7, klaim pemain terbaik oleh Zidane untuk Cristiano Ronaldo tersebut tidak di tanggapi oleh