game tembak ikan

SEJARAH SABUNG AYAM DI BALI

SEJARAH SABUNG AYAM DI BALI

Sejarah Sabung Ayam Di Bali – Sabung ayam atau Tajen di Bali sudahlah sangat tidak asing, masyarakat bali sangatlah familiar dengan yang namanya sabung ayam. Bahkan menjadi tradisi yang melekat.

Namun tahukah kamu sejarah sabung ayam ada di Bali pulau dewata? Kali ini kita akan membahas awal mula lahirnya sabung ayam atau tajen di Bali secara tuntas dan mendalam.

Dalam perjalanan sejarah Bali, Adu Ayam tercatat dilakukan masyarakat Bali sejak abad ke-10. Prasasti Sukawana memuat keterangan ritual keagamaan (yadnya) yang mendasari tajen (Sabung Ayam).
Selanjutnya, di Prasasti Batur Abang (1011) terjabar keterangan terkait Sabung Ayam. Menurut Andrik Hendrianto dalam “Perjudian Sabung Ayam di Bali”, tesis pada Universitas Indonesia, adu ayam tidak memerlukan izin dari pihak berwenang seperti Raja. Tapi ritual ini tak boleh dilakukan serampangan.

S128 – Saat itu, masyarakat memasang taji (tajen) atau benda tajam di kaki salah satu ayam jantan yang diadu. Untuk ayam lain hanya dipasangkan bambu atau kayu di kakinya. Pertarungan ayam dalam ritual itu disebut perang seta. Tujuannya agar ada ayam yang mati sehingga darahnya membasahi bumi.
Kemudian darah tersebut dicampur dengan tiga macam cairan berwarna: putih (tuak), kuning (arak), dan hitam (berem). Pencampuran inimaksudnya sebagai simbol pengingat agar umat manusia menjaga keseimbangan bhuwana alit (manusia) dengan bhuwana agung (semesta). Ritual keagamaan ini disebut tabuh rah.

Adu ayam dalam Tabuh rah bukanlah tujuan utama. Adu ayam hanya menjadi salah satu cara menabuhkan (menuangkan) darah ayam. Jadi, sejatinya ayam tidak diadu sungguh-sungguh.
Tabuh rah bisa dilaksanakan tanpa mengadu ayam. Sebagai gantinya, orang bisa langsung menyembelih ayamnya. Keterangan ini termuat dalam Prasasti Batuan (1022).

Walau di pedesaan adu ayam ditujukan sebagai ritual keagamaan, namun para Raja di Bali memiliki hak istimewa menggelar adu ayam tanpa tujuan sakral. “Di pusat-pusat istana, hal itu merupakan hak istimewa raja seperti juga acara-acara adu hewan lainnya,” tulis Anthony Reid dalam Asia Tenggara Dalam Kurun Niaga.
Mereka menghelat adu ayam untuk kesenangan pribadi –seringkali dengan bertaruh sesuatu– dan simbol kebesaran raja. Tak heran, ayam menjadi hewan kegemaran raja-raja di Bali. Keadaan seperti ini berlangsung pula di luar Bali, terutama di Jawa.

Sejarah Sabung Ayam di Bali

Sabung Ayam di Bali

Agen S128 – Saat  kendali kerajaan-kerajaan di Bali dan Jawa mengendur akibat invasi Eropa, adu ayam mulai digemari masyarakat. Raja, bangsawan, dan kaum agamawan tak lagi memegang hak eksklusif atas adu ayam. “Pengawasan untuk acara-acara demikian, oleh kerajaan, mungkin telah mengendur pada abad ke-18,” tulis Anthony Reid. Hingga seabad kemudian, adu ayam menjadi permainan rakyat dengan dibalut perjudian.

Catatan R. Friedrich, seorang cendekiawan Jerman yang mengunjungi Bali dalam 1846, agak berbeda. Dia menyatakan adu ayam masih merupakan bagian dari upacara keagamaan. “Selain perayaan-perayaan, ada juga adu ayam jantan yang tidak sekedar dianggap sebagai hiburan semata oleh masyarakat, namun juga sebagai bagian dari upacara keagamaan,” tulis Friedrich dalam “Hindu Bali”, termuat dalam Bali Tempo Doeloe.

Memasuki tahun 1900-an, unsur ritual keagamaan dalam adu ayam kian meluntur. Sebaliknya, sifat profannya menguat lantaran banyaknya masyarakat yang bertaruh. Acara ini tak lagi digelar di tempat umum atau sakral, melainkan di tempat-tempat tersembunyi. Pemerintah kolonial segera melarang adu ayam kecuali yang berizin dan ditujukan sebagai ritual keagamaan. Istilah sabung pun mulai muncul menggantikan perang seta. Sabung berarti pahlawan, jejaka, atau pemenang.

Louis Coperus, penulis novel terkenal De Stille Kracht (Kekuatan Tersembunyi), menggambarkan keadaan kacau tersebut pada 1921. “Pertarungan ini menjadi ajang perjudian yang melibatkan uang yang jumlahnya tentu saja tidak sedikit. Mata uang yang dipertaruhkan adalah ‘dollar’ alias koin yang umum dipakai di Bali pada saat itu.”

Itulah Sejarah Sabung Ayam Di Bali yang tetap ada hingga saat ini yang tetap menjadi kegemaran masyarakat baik pedesaan ataupun kota. Demikianlah artikel ini admin Sabung Ayam sampaikan semoga dapat menambah pengetahuan dan wawasan pembaca sekalian.

Segera Daftarkan Diri Anda Sekarang Juga di www.Lokasijudi.com Agen Judi Online Terpercaya No 1 Se Indonesia ..

AGEN JUDI ONLINE, BANDAR JUDI ONLINE, SITUS JUDI ONLINE, JUDI ONLINE, JUDI ONLINE INDONESIA

WWW.LOKASISABUNG.COM

Kami Menyediakan Berbagai Promo Menarik Untuk Member Setia Kami Yaitu:

=>BONUS NEW MEMBER 15%
=>BONUS CASHBACK 10%
=>BONUS WEEKEND 5%

Kami Juga Menyediakan Beberapa Game Online Untuk Para Pencinta Judi Indonesia :

POKER *SABUNG AYAM * TANGKASNET * 88TANGKAS * SBOBET * IBCBET * KLIK4D * JOKER (tembak ikan dan slot)* S128 * SM588

Silahkan Hubungi Kami Melalui:

LIVECHAT : www.lokasijudi.com
BBM : 5592A17D
WHATSAPP : +85593839115

SELAMAT MENCOBA, SEMOGA SUKSES

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG, SALAM ALL IN



Related Articles

Kelebihan Dan Kekurangan Jenis Ayam Sabung Vietnam

Kelebihan Dan Kekurangan Jenis Ayam Sabung Vietnam – Ayam  vietnam atau yang biasanya disebut juga dengan ayam pakhoy adalah salah

Barca Tolak Berikan Guard of Honor Bagi Real Madrid

Barca Tolak Berikan Guard of Honor Bagi Real Madrid – Barcelona menolak mentah mentah permintaan dari Real Madrid untuk memberikan

Jus Timun Untuk Sumber Tenaga Ayam Bangkok Sebelum Bertarung

Jus Timun Untuk Sumber Tenaga Ayam Bangkok Sebelum Bertarung – Dalam Sabung ayam bangkok para bobotoh memiliki berbagai trik untuk