Menu

Penyakit Tetelo Pada Ayam

Penyakit Tetelo Pada Ayam

Penyakit Tetelo Pada Ayam –  Pemilik ayam aduan pastinya ingin selalu ayam andalannya sehat dan prima agar bisa selalu melakukan rutinitras harian dengan normal seperti berlatih ataupun bertarung.
Namun terkadang ayam aduan yang sudah dirawat dengan baik pun bisa terserang penyakit.

Ayam Jago – Penyakit ayam banyak jenis dan macamnya, dari penyakit yang ringan sampai penyakit yang parah. Namun ringan atau berat harus tetap segera ditangani agar tidak berkelanjutan dan ayam kembali sehat seperti sedia kala.
Kali ini kita akan membahas penyakit tetelo pada ayam, yang mana penyakit ini termasuk penyakit yang berbahaya dan harus mendapatkan penanganan yang serius.

Tetelo atau (Newcastle Disease) ataupun sering disingkat orang dengan sebutan ND merupakan penyakit lama yang tetap aktual untuk diteliti, karena penyakit ini sangat berbahaya dan sewaktu-waktu dapat menyerang ternak unggas.
Tetelo merupakan masalah besa bagi dunia peternakan, karena penyakit ini dapat menimbulkan angka kematian yang sangat tinggi (mencapai 100%) dan waktu penyebarannya yang sangat cepat, baik pada ayam bangkok, ayam ras, ayam buras maupun jenis unggas lainnya. Menurut para ahli, penyakit ini dapat menular pada manusia dengan gejala klinis conjunctivitis (radang konjunctiva mata) walaupun kasusnya sangat jarang dijumpai. Sedangkan pada unggas dan burung liar lainnya dengan gejala klinis berupa gejala syaraf, gejala pernafasan dan gejala pencernaan.

Penyebab Penyakit Tetelo
Adu Ayam Jago – Penyakit Tetelo disebabkan oleh virus dari famili Paramyxoviridae dengan genus Pneumovirus atau Paramyxovirus, virus ini dapat menghemaglutinasi darah. Penyakit ini pertama kali ditemukan oleh Doyle pada tahun 1926 didaerah Newcastle Inggris dan pada tahun yang sama Kraneveld menemukan virus penyakit ini di Bogor. Kejadian penyakit ini ditemukan di seluruh dunia, dimana menyerang seluruh jenis unggas termasuk burung liar. Virus penyakit ini dapat ditemukan pada organ-organ seperti alat pernafasan, syaraf dan pencernaan.

Penularan Penyakit Tetelo
Penularan penyakit ini biasanya melalui kontak langsung dengan ayam yang sakit dan kotorannya, melalui ransum, air minum, kandang, tempat ransum/minum, peralatan lainnya yang tercemar oleh kuman penyakit, melalui pengunjung, serangga, burung liar dan angin atau udara (dapat mencapai radius 5 km). Virus Tetelo ditemukan dalam jumlah tinggi selama masa inkubasi sampai masa kesembuhan. Virus ini terdapat pada udara yang keluar dari pernafasan ayam, kotoran, telur-telur yang diproduksi selama gejala klinis dan dalam karkas selama infeksi akut sampai kematian.

Gejala Penyakit Tetelo
Gejala penyakit ini dapat diamati melalui gejala pernafasan seperti bersin-bersin, batuk, sukar bernafas, megap-megap dan ngorok; gejala syaraf berupa sayap terkulai, kaki lumpuh (jalan terseret), jalan mundur (sempoyongan) serta kepala dan leher terpuntir (torticoles) yang merupakan gejala khas penyakit ini.
Lalu gejala pencernaan meliputi diare berwarna hijau, jaringan sekitar mata dan leher bengkak, pada ayam petelur produksinya berhenti, kalau sudah sembuh kualitas telurnya jelek, warna abnormal, bentuk dan permukaannya abnormal dan putih telurnya encer. Hal ini disebabkan oleh karena organ reproduksinya tidak dapat normal kembali. Umumnya kematian anak ayam dan ayam muda lebih tinggi dibandingkan ayam tua.

Cara Mengobati Penyakit Tetelo
Agen Adu Ayam Jago – Karena penyakit tetel disebabkan oleh virus maka sampai saat ini belum ada satu jenis obat yang efektif untuk menyembuhkan penyakit ini. Penanggulangan penyakit ND hanya dapat dilakukan dengan dengan tindakan pencegahan (preventif) melalui program vaksinasi yang baik. Ada dua jenis vaksin yang dapat diberikan yaitu vaksin aktif dan vaksin inaktif. Vaksin aktif berupa vaksin hidup yang telah dilemahkan, diantaranya yang banyak digunakan adalah strain Lentogenic terutama vaksin Hitchner B-1 dan Lasota. Vaksin aktif ini dapat menimbulkan kekebalan dalam kurun waktu yang lama sehingga penggunaan vaksin aktif lebih dianjurkan dibanding vaksin inaktif.

Vaksinasi harus dilakukan dengan seksama dan diperhatikan masa kekebalan yang ditimbulkan. Vaksinasi pertama sebaiknya diberikan pada hari ke-empat umur ayam. Vaksinasi lanjutan pada umur empat minggu, dan selanjutnya tiap empat bulan sesuai kebutuhan.

Cara pemberian vaksin bisa dilakukan dengan cara berikut:

  • semprot
  • Tetes (mata, hidung, mulut)
  • Dicampurkan ke dalam air minum
  • Suntik

Segera Daftarkan Diri Anda Sekarang Juga di www.Lokasijudi.com Agen Judi Online Terpercaya No 1 Se Indonesia ..

AGEN JUDI ONLINE, BANDAR JUDI ONLINE, SITUS JUDI ONLINE, JUDI ONLINE, JUDI ONLINE INDONESIA

WWW.LOKASISABUNG.COM

Kami Menyediakan Berbagai Promo Menarik Untuk Member Setia Kami Yaitu:

=>BONUS NEW MEMBER 15%
=>BONUS CASHBACK 10%
=>BONUS WEEKEND 5%
=>BONUS WIN 100% SABUNG AYAM

Kami Juga Menyediakan Beberapa Game Online Untuk Para Pencinta Judi Indonesia :

POKER *SABUNG AYAM * TANGKASNET * 88TANGKAS * SBOBET * IBCBET * KLIK4D * JOKER (tembak ikan dan slot)* S128 * SM588

Silahkan Hubungi Kami Melalui:

LIVECHAT : www.lokasijudi.com
BBM : 5592A17D
WHATSAPP : +85593839115

SELAMAT MENCOBA, SEMOGA SUKSES

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG, SALAM ALL IN