Menu

ASAL MULA AYAM JANTAN BERKOKOK part.2

Ayam vs Elang

Asal Mula Ayam Jantan Berkokok part.2 – ……………Tiba tiba Elang dengan cepat mendekat dan berusaha merampas Cincin di tangan  Ayam Jantan, Ayam Jantan kaget dan berusaha mempertahankannya. Terjadilah tarik menarik antara keduanya, hingga menyebabkan Cincin itu terlempar jatuh di semak belukar.
“Ha..Ha..Ha.. Akhirnya kau pun juga tak memiliki Cincin itu lagi. Aku akan terus menghalangi kau mendapatkan Cincin itu. Lagipula kau tak akan bisa menemukannya dalam kegelapan ini!” sambil berlalu pergi Elang meninggalkan tempat itu. Dia pergi ke rumah Ayam Betina meninggalkan Ayam Jantan yang berlari ke arah jatuhnya Cincin dan mencari cari.
Di depan rumah Ayam Betina, berteriaklah Elang memanggilnya menyuruh keluar. “Hai Ayam Betina, kau telah menipuku. Kau memberi syarat yang dengan mudah bisa dilakukan Ayam Jantan, dan kau bersekongkol dengan Gagak agar dia membantunya!”

Ayam Betina keluar dengan ketakutan, dia tak menyangka kalau rencana mereka akan ketahuan oleh Elang. Dengan sedikit gemetar dia menjawab, “Aku tidak menipumu wahai Elang yang perkasa, aku juga sudah bilang kan kalau aku hanya akan menerima menjadi suamiku siapa saja yang bisa membuatkan aku sebuah Cincin Kawin dari akar pohon Bahar sebelum terbit matahari esok hari. Bukankah itu sudah jelas” “Pokoknya aku tidak bisa menerima semua ini!! Aku akan menunggu sampai esok hari apakah kau akan menepati janjimu.
Kalau Ayam Jantan tidak membawa Cincin itu berarti dia juga tidak punya hak untuk menjadi suamimu!” Mata Elang mendelik marah, “Jika sampai kalian berbuat curang sekali lagi, maka jangan salahkan aku kalau aku akan berbuat kasar. Ingat itu baik baik!!”
Terbanglah dia pergi ke tempat Ayam jantan yang sedang mencari cari Cincin. Ayam Betina kembali masuk ke rumah dengan hati kacau, pikirannya kalut.

Sabung Ayam Online – Di dekat tempat jatuhnya Cincin itu Elang mengawasi Ayam Jantan. Dia bertengger di atas dahan pohon tinggi sambil matanya tak pernah lepas dari Ayam Jantan.
Tak terasa malam cepat sekali lewat, tapi Ayam Jantan tak jua menemukan barang yang dia cari. Sampai hampir putus asa dan kelelahan dibuatnya. Sang Elang pun sudah bosan mengawasi dan pergi meninggalkannya sendiri, dia yakin pasti Ayam Jantan tak akan pernah menemukannya kembali. Dan tanpa sepengetahuan mereka, ternyata Cincin itu jatuh terperosok ke dalam lubang sarang Tikus Tanah di sela sela semak belukar tersebut.

Hari menjelang pagi, fajar sebentar lagi menyingsing. Ayam Jantan sudah kelelahan. Terbersit di pikirannya untuk meminta bantuan sahabatnya sekali lagi. Segeralah dia berdiri dan mencoba berteriak memanggil Gagak, “Kaak..Kkaak.. kaaakkk..” dia mencoba menirukan suara Gagak, berteriak keras dan berulang ulang sampai suaranya serak dan terbatuk batuk dia pun mengepak epakkan sayapnya untuk menambah tenaga teriakan, “Kaak..kaghh…huuk..uhuuk..” “Kuuk…uhuuk..uhuukkk..” hingga suaranya terdengar seperti “Kuuk…kurruyyuuukk…”.

Tak Lama datang Gagak dengan tergopoh gopoh, “Ada apa pagi pagi buta gini kau teriak teriak kawan?” “Aku memanggil manggil kau dari tadi sahabatku sampai suaraku serak, aku butuh pertolonganmu sekali lagi” Ayam Jantan menghela nafas dalam dalam. “Tolong bantu aku mencari Cincin yang jatuh di semak belukar sekitar sini. Tadi aku berniat menyerahkannya pada kekasihku, tapi Elang berusaha merebutnya dari tanganku. Akhirnya terpental jatuh di situ. Aku sudah berusaha mencarinya dari semalam,tapi tak kutemukan juga” ‘Maaf kawan, aku tadi tertidur kecapekan. Baiklah, mari kita cari sama sama sekali lagi” jawab Gagak bersemangat.

Lokasi Sabung Ayam – Sampai matahari hampir terbit masih juga belum ditemukan, mereka kelelahan dan beristirahat sebentar. “Bagaimana kalau kau menemui Ayam Betina sekarang dan bilang terus terang kalau Cincinnya hilang karena ulah Elang, pasti dia tetap mau menerimamu kan?” “Iya juga sih, seperti mencari jarum di tumpukan jerami, mustahil ketemu.
Baiklah, mari kita pergi ke rumah kekasihku. Aku butuh kau menjadi saksi sahabatku”. Mereka pun bergegas menuju rumah Ayam Betina dan segera menceritakan semua yang telah terjadi. Ayam Betina mengerutkan dahi, sejenak berfikir. “Aku tentu saja akan menerimamu kekasihku, tapi ada satu hal yang membuatku khawatir. Elang telah mengancam jika kau tidak bisa membawakan Cincin itu berarti kau juga tidak punya hak menikahiku. Kalau kita melanggarnya, maka dia takkan segan segan berbuat kasar. Kau tau sendiri sifat Elang kan. Aku takut terjadi hal buruk pada kita semua. Bagaimana kalau sekali lagi kau coba mencari Cincin itu sampai ketemu, untuk menjadi bukti agar Elang tidak mengganggu kita lagi” ujar Ayam Betina.
“Okelah kalau begitu, aku akan tetap mencarinya sampai ketemu berapa pun lama waktu yang dibutuhkan untuk menemukannya.” “Iya..Aku juga akan membantu mencarinya tapi tanpa sepengetahuan Elang” Ayam Betina berkata.
Mereka kemudian berpisah pulang ke rumah masing masing. Ayam Jantan dan Gagak langsung tidur karena kelelahan hingga malam hari.
Seperti kemarin, tiap hari sebelum fajar menyingsing Ayam Jantan selalu memanggil sahabatnya untuk membantunya mencari Cincin. Dia mengepakkan sayapnya, “Kuuk…Kkuurruuyyuuuuukkkk…” tanpa sengaja dia sudah terbiasa dengan teriakan itu, dan itu hingga saat ini masih dilakukannya.

Tapi manusia menjadikannya pertanda waktu fajar hampir tiba, dan jadi patokan untuk bangun dan memulai aktivitas.
Ayam Betina pun tak mau kalah, dia sembunyi sembunyi membantu Ayam Jantan mencari Cincin. Tiap pagi dia keluar menuju tempat jatuhnya Cincin itu, kemudian mengais ngais tanah dengan cakarnya sampai sore hari. Dan itu dilakukannya tiap hari, hingga saat ini hal itu masih dilakukannya.
Tapi manusia menganggapnya hanya sedang mencari makan dengan mengais tanah memilih milih makanan. Makanya hingga sekarang tiap di halaman atau pekarangan rumah, Ayam Betina sering terlihat mengais ngais tanah dengan cakarnya untuk terus mencari Cincin yang hilang itu agar Ayam Jantan segera menikahinya dan bebas dari gangguan Elang.

Agen S128 – Elang pun sudah bosan mengurusi Ayam Jantan, dia sudah membiarkan hal itu berlalu. Hilang sudah niatnya mempersunting Ayam Betina, karena dia sudah kecewa dan sakit hatinya. Dia masih dendam. Tiap dia melihat Anak Ayam, dendamnya selalu teringat dan segera dia memangsanya untuk dijadikan santapan. Dan itu terjadi sampai sekarang.

 

Segera Daftarkan Diri Anda Sekarang Juga di www.Lokasijudi.com Agen Judi Online Terpercaya No 1 Se Indonesia ..

AGEN JUDI ONLINE, BANDAR JUDI ONLINE, SITUS JUDI ONLINE, JUDI ONLINE, JUDI ONLINE INDONESIA

WWW.LOKASISABUNG.COM

Kami Menyediakan Berbagai Promo Menarik Untuk Member Setia Kami Yaitu:

=>BONUS NEW MEMBER 15%
=>BONUS CASHBACK 10%
=>BONUS WEEKEND 5%

Kami Juga Menyediakan Beberapa Game Online Untuk Para Pencinta Judi Indonesia :

POKER *SABUNG AYAM * TANGKASNET * 88TANGKAS * SBOBET * IBCBET * KLIK4D * JOKER (tembak ikan dan slot)* S128 * SM588

Silahkan Hubungi Kami Melalui:

LIVECHAT : www.lokasijudi.com
BBM : 5592A17D
WHATSAPP : +85593839115

SELAMAT MENCOBA, SEMOGA SUKSES

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG, SALAM ALL IN